Rabu, 12 Agustus 2015




 /TUGAS KIMIA ORGANIK 2


Minyak Ikan
Penulis dalam kesempatan ini mengedepankan satu perusahaan industri menengah dari Skotlandia (Inggris, lokasi lihat gambar) – EQUATEQ, perusahaan yang memproduksi omega-3, DHA dan EPA, dengan menggunakan teknologi produksi yang modern untuk di bidangnya. Perusahaan ini tidak hanya memproduksi omega-3, tetapi juga produk lainnya yang dapat menggunakan teknologi pemurnian yang serupa, yaitu jenis minyak omega-6 (GLA, Gamma Linolenic Acid) berasal dari tanaman evening primrose oil. Di samping itu juga memberikan jasa produksi bagi pesanan untuk kebutuhan penelitian atau pun produk spesial lainnya dengan malalui proses sintesa. Secara singkat tentang sejarah perusahaan tersebut dapat dibaca dari artikel asli dalam bahasa Inggris pada link http://www.nutraingredients.com/news/ng.asp?n=80042-equateq-omega-fatty-acid.
DHA
EPA
Gambar skematik. Panjang rantai karbon untuk DHA 22 dan EPA 20, c-c double bond DHA 6, dan EPA 5. banyaknya c-c double bond menyebabkan titik beku lebih rendah.
Seperti umumnya pada teknologi pemurnian, bahan baku mula-mula diolah menjadi produk awal dengan tingkat kemurnian rendah, kemudian diolah lagi ke tingkatan berikutnya dengan kemurnian lebih tinggi dan akhirnya mencapai kemurnian sangat tinggi tergantung teknologi yang memungkinkan hingga saat ini, serta tergantung juga dengan kegunaan dan kebutuhan terhadap kemurnian tinggi tersebut. Dengan
Triglicerida
Gambar skematik. Triglicerida terdiri dari 1 molekul glycerol dan 3 molekul asam lemak, dan dalam bentuk ikatan ester.
meningkatnya kemurnian bertambah intensif pula teknologi pengolahan yang diaplikasikan dan biasanya teknologi demikian membutuhkan investasi yang lebih tinggi pula. Pengolahan minyak ikan (antara lain ikan salmon) juga mengalami proses produksi yang serupa. Yang kita kenal umumnya supplement omega-3 yang beredar di pasaran, adalah hasil pengolahan awal dengan tingkat kemurnian sekitar tiga puluhan persen. Biasanya kandungan DHA dan EPA masing-masing 12% dan 18% dari total minyak ikan. Misalnya 1 g kapsul maka kandungan DHA dan EPA masing-masing 120mg dan 180mg, dan sisanya adalah minyak jenis lain dan lipida. (Struktur kimia lihat gambar).

Ikan Mackerel mengandung banyak omega-3
Saat ini, sumber utama asam eikosapentanoat adalah minyak ikan.[4] Ikan Mackerel, sarden, dan hering merupakan sumber utama dalam produksi asam eikosapentanoat dan asam dokosaheksanoat secara komersial (Gunstone, 1996).[4] Komposisi dan kuantitas asam lemak pada ikan tergantung pada spesies, musim dan lokasi geografis (shene dkk, 2010).[5] Minyak ikan yang menggunakan sumber utama dari asam eikosapentanoat yang tersedia luas, dapat dikonsumsi dalam bentuk ikan matang, kapsul minyak ikan atau makanan dengan tambahan minyak ikan (Alonso dan Maroto, 2000).[6]
Sejak 1984, produksi minyak ikan menjadi stabil, dengan rata-rata produksi tahunan hanya mencapai 1,3 juta ton, namun permintaan terhadap minyak ikan terus meningkat dan meningkatkan harga untuk komoditas ini (Tocher, 2009).[7] Seiring dengan meningkatnya permintaan dan ketidakmampuan untuk memenuhi permintaan tersebut, maka diperlukan usaha untuk mencari cara alternatif untuk memproduksi asam lemak omega-3 ini.[7]




Asam eikosapentanoat


NAMA IUPAC



(5Z,8Z,11Z,14Z,17Z)-5,8,11,14,17-Asam eikosapentanoat
Identifikasi


[10417-94-4]
O=C(O)CCC\C=C/C\C=C/C\C=C/C\C=C/C\C=C/CC
1/C20H30O2/c1-2-3-4-5-6-7-8-9-10-11-12-13-14-15-16-17-18-19-20(21)22/h3-4,6-7,9-10,12-13,15-16H,2,5,8,11,14,17-19H2,1H3,(H,21,22)/b4-3-,7-6-,10-9-,13-12-,16-15-
Sifat
C20H30O2



Asam eikosapentanoat atau eicosapentanoic acid (EPA) merupakan salah satu asam lemak omega-3 esensial.[1] Asam eikosapentanoat disebut juga asam timnodonat.[1] Berdasarkan struktur kimianya, asam eikosapentanoat merupakan asam karboksilat yang memiliki 20 rantai karbon dan lima ikatan ganda cis(Collins, 2010).[1]
Asam eikosapentanoat (20;5 ; n-3) adalah asam lemak omega-3 tidak jenuh yang penting dalam metabolisme.[2] Asam lemak ini memiliki peran yang sangat penting dalam regulasi kardiovaskuler, pencernaan, dan kekebalan tubuh mamalia (Dyal dkk,2005).[2] Asam lemak omega-3 bermanfaat untuk mencegah penyakit kardiovaskular, kanker, alzheimer, dan schizofrenia.[2]
struktur omega-3
Sebagai lemak esensial bagi manusia, asam eikosapentanoat dibutuhkan sekitar 220 mg per harinya (Boelsma dkk,2001).[3] Akan tetapi, karena manusia tidak mampu memproduksi asam eikosapentanoat dalam jumlah cukup melalui proses elongasi dan denaturasi rantai asam lemak yang lebih pendek, maka untuk mencukupi kebutuhan asam lemak ini peru dimasukkan ke dalam menu sehari-hari.[3]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar