/TUGAS KIMIA ORGANIK 2
Minyak Ikan
Penulis dalam kesempatan ini mengedepankan satu perusahaan industri menengah dari Skotlandia (Inggris, lokasi lihat gambar) – EQUATEQ,
perusahaan yang memproduksi omega-3, DHA dan EPA, dengan menggunakan
teknologi produksi yang modern untuk di bidangnya. Perusahaan ini tidak
hanya memproduksi omega-3, tetapi juga produk lainnya yang dapat
menggunakan teknologi pemurnian yang serupa, yaitu jenis minyak omega-6 (GLA, Gamma Linolenic Acid) berasal dari tanaman evening primrose oil.
Di samping itu juga memberikan jasa produksi bagi pesanan untuk
kebutuhan penelitian atau pun produk spesial lainnya dengan malalui
proses sintesa. Secara singkat tentang sejarah perusahaan tersebut dapat
dibaca dari artikel asli dalam bahasa Inggris pada link http://www.nutraingredients.com/news/ng.asp?n=80042-equateq-omega-fatty-acid.

DHA

EPA
Gambar skematik. Panjang rantai karbon untuk DHA 22 dan EPA 20, c-c double bond DHA 6, dan EPA 5. banyaknya c-c double bond menyebabkan titik beku lebih rendah.
Seperti
umumnya pada teknologi pemurnian, bahan baku mula-mula diolah menjadi
produk awal dengan tingkat kemurnian rendah, kemudian diolah lagi ke
tingkatan berikutnya dengan kemurnian lebih tinggi dan akhirnya mencapai
kemurnian sangat tinggi tergantung teknologi yang memungkinkan hingga
saat ini, serta tergantung juga dengan kegunaan dan kebutuhan terhadap
kemurnian tinggi tersebut. Dengan
Triglicerida
Gambar skematik. Triglicerida terdiri dari 1 molekul glycerol dan 3 molekul asam lemak, dan dalam bentuk ikatan ester.
meningkatnya
kemurnian bertambah intensif pula teknologi pengolahan yang
diaplikasikan dan biasanya teknologi demikian membutuhkan investasi yang
lebih tinggi pula. Pengolahan minyak ikan (antara lain ikan salmon)
juga mengalami proses produksi yang serupa. Yang kita kenal umumnya
supplement omega-3 yang beredar di pasaran, adalah hasil pengolahan awal
dengan tingkat kemurnian sekitar tiga puluhan persen. Biasanya
kandungan DHA dan EPA masing-masing 12% dan 18% dari total minyak ikan.
Misalnya 1 g kapsul maka kandungan DHA dan EPA masing-masing 120mg dan
180mg, dan sisanya adalah minyak jenis lain dan lipida. (Struktur kimia lihat gambar).
Ikan Mackerel
mengandung banyak omega-3
Saat ini,
sumber utama asam eikosapentanoat adalah minyak ikan.[4] Ikan Mackerel, sarden, dan hering merupakan sumber utama dalam produksi asam
eikosapentanoat dan asam
dokosaheksanoat secara komersial (Gunstone, 1996).[4] Komposisi dan kuantitas asam lemak pada
ikan tergantung pada spesies, musim dan lokasi geografis (shene dkk, 2010).[5] Minyak ikan yang menggunakan sumber
utama dari asam eikosapentanoat yang tersedia luas, dapat dikonsumsi dalam
bentuk ikan matang, kapsul minyak ikan atau makanan dengan tambahan minyak ikan
(Alonso dan Maroto, 2000).[6]
Sejak 1984,
produksi minyak ikan menjadi stabil, dengan rata-rata produksi tahunan hanya
mencapai 1,3 juta ton, namun permintaan terhadap minyak ikan terus meningkat
dan meningkatkan harga untuk komoditas ini (Tocher, 2009).[7] Seiring dengan meningkatnya permintaan
dan ketidakmampuan untuk memenuhi permintaan tersebut, maka diperlukan usaha
untuk mencari cara alternatif untuk memproduksi asam lemak omega-3 ini.[7]
| NAMA IUPAC | |
(5Z,8Z,11Z,14Z,17Z)-5,8,11,14,17-Asam
eikosapentanoat
|
|
Identifikasi
|
|
O=C(O)CCC\C=C/C\C=C/C\C=C/C\C=C/C\C=C/CC
|
|
1/C20H30O2/c1-2-3-4-5-6-7-8-9-10-11-12-13-14-15-16-17-18-19-20(21)22/h3-4,6-7,9-10,12-13,15-16H,2,5,8,11,14,17-19H2,1H3,(H,21,22)/b4-3-,7-6-,10-9-,13-12-,16-15-
|
|
Sifat
|
|
C20H30O2
|
|
Asam
eikosapentanoat atau eicosapentanoic acid (EPA) merupakan salah satu asam lemak
omega-3 esensial.[1] Asam eikosapentanoat disebut juga asam
timnodonat.[1] Berdasarkan struktur kimianya, asam
eikosapentanoat merupakan asam karboksilat yang memiliki 20 rantai karbon dan
lima ikatan ganda cis(Collins, 2010).[1]
Asam
eikosapentanoat (20;5 ; n-3) adalah asam lemak omega-3 tidak jenuh yang
penting dalam metabolisme.[2] Asam lemak ini memiliki peran yang
sangat penting dalam regulasi kardiovaskuler, pencernaan, dan kekebalan tubuh mamalia (Dyal
dkk,2005).[2] Asam lemak omega-3 bermanfaat untuk
mencegah penyakit kardiovaskular, kanker, alzheimer, dan schizofrenia.[2]
struktur
omega-3
Sebagai lemak
esensial bagi manusia, asam eikosapentanoat dibutuhkan sekitar 220 mg per
harinya (Boelsma dkk,2001).[3] Akan tetapi, karena manusia tidak mampu
memproduksi asam eikosapentanoat dalam jumlah cukup melalui proses elongasi
dan denaturasi rantai asam lemak yang lebih pendek,
maka untuk mencukupi kebutuhan asam lemak ini peru dimasukkan ke dalam menu
sehari-hari.[3]
