Penetapan Kadar Alkohol metode Kromatografi Gas
Penetapan Kadar Alkohol metode Destilasi
3. Jelaskan klasifikasi parfum berdasarkan konsetrasi esensial oilnya:
· Perfume
Perfume' adalah jenis yang paling bagus dan mahal diantara semua
produk wewangian lain. 'Perfume' juga dikenal dengan 'exctract' atau
'extrait perfume', yang mengandung 15 sampai 40% konsentrat.
· Eau De Parfum
Jenis wewangian lainnya adalah parfum yang berlabel 'eau de parfum'.
Mengandung 7 sampai 15% konsentrat, sehingga dapat bertahan cukup lama,
sampai setengah hari, dengan harga yang masih dibawah perfume.
· Eau De Toillette
Label parfum lainnya adalah 'eau de toillette'. Wewangian ini satu
tingkat lebih tinggi di atas body splash dan satu tingkat di bawah 'eau
de toillete'. Kadar konsentratnya sekitar 1 sampai 6%. Beraroma lebih
ringan dan bertahan sekitar 2 - 4 jam.
· Eau De Cologne
'Eau de cologne' sering disamakan dengan 'eau de toilette' Namun
sebenarnya merupakan produk yang berbeda. Eau De Cologne cocok digunakan
di bagian tubuh, untuk menyegarkan dan memberikan aroma harum setelah
mandi.
4. Tuliskan perbedaan dari 2 jenis metode produksi parfum:
Alamiah (Isolasi)
· Maserasi
· Destilasi
· Pengompresan
· Ekstraksi
2. Buatan (Sintesis)
· Reaksi Refluks
· Pemurnian (destilasi, freezing, dll)
· Penambahan alkohol dan zat aditif.
5. Tuliskan tahapan / prosedur pembuatan parfum dari bahan bunga mawar dan melati:
· Potong tipis-tipis bunga segar yang telah disiapkan
· Siapkan dua buah botol dan tuangkan minyak atau methanol pada masing – masing botol
· Masukan irisan bunga segar dan tutup rapat
· Letakan di tempat teduh dan biarkan selama satu minggu
· Setelah satu minggu amati hasilnya dan lakukan penyaringan
· Ukur hasil maserasi
6. Tuliskan tahapan / prosedur pembuatan parfum benzil asetat:
· Tahap pertama yakni sintesis benzil asetat. Sebanyak 6 gram
(0,1 mol) sam asetat dan 10,6 gram (0,1 mol) benzil alkohol dimasukkan
ke dalam labu leher tiga kapasitas 125 ml yang dilengkapi dengan
penangas minyak, magnetic stearer, dan termometer. Pengadukan dimulai
dan menambahkan 5 tetes asam sulfat pekat ke dalam campuran. Campuran
direfluks selama 4 jam pada suhu 150̊ C dengan kecepatan putar sekitar
300 rpm. Campuran didinginkan dan dimasukkan ke dalam corong pisah.
Sebanyak 15 ml larutan natrium karbonat jenuh dimasukkan dan digojog
untuk menghilangkan asam asetat dan benzil alkohol sisa. Campuran
dipisah antara fasa air dan fasa organik. Fasa air dibuang sedangkan fas
a organik dimasukkan ke dalam labu destilasi. Fasa organik didestilasi
pada suhu 220o C. Destilat dicampur dengan 4 gram natrium sulfat
anhidrat dan digojog. Ester disaring dan dikarakterisasi menggunakan
FTIR dan GC-MS.
· Tahap kedua yaitu formulasi parfum. Sebanyak 15 mL benzil asetat
dicampur dengan 85 mL etanol absolut dan diwadahi ke dalam botol parfum
yang menarik. Parfum siap diujikan.
· Tahap ketiga yaitu uji organoleptik parfum. Sebanyak 30 lembar
angket disiapkan untuk 30 orang responden dari berbagai profesi. Angket
berisi pendapat tentang keharuman, ketajaman aroma, dan tingkat
kesukaan. Masing-masing uji menggunakan skala 1-7.
7.Tuliskan prosedur pembuatan asam asetat secara aerob:
Prosedur:
· Air dari 10 buah kelapa tua,ditampung dalam tempat yang sudah disiapkan, kemudian disaring dengan menggunakan kain.
· Setelah disaring, tampung air kelapa ke stoples isis 10 liter.
· Selanjutnya air buah kelapa diberi amunium sulfit sebanyak 5
gram dan ragi roti (Saccharomyces cerevisiae) sekitar 0,2 gram.
· Selanjutnya stoples ditutup dengan kain dan biarkan selama 6
hari untuk terjadinya fermentasi Semakin lama proses fermentasi
dilakukan maka cuka dan alcohol yang dihasilkan juga akan semakin baik.
· Setelah 6 hari hasil fermentasi air buah kelapa tersebut
disaring agar endapan yang terjadi selama fermentasi dapat dipisahkan.
setelah disaring masukkan dalam ceret.
· Pada hasil fermentasi air buah kelapa yang tadi sudah dimasukan
dalam ceret terdapat larutan berlakohol. maka diperlukan pemanasan
untuk memisahkan cuka dengan alkohol yang masih bercampur.
· Hasil fermentasi air buah kelapa yang didalam ceret kemudian
dimasak sampai mendidih. dan larutan yang tertinggal dalam ceret sudah
merupakan larutan cuka sedangkan yang menguap merupakan alkohol, jika
alkoholnya akan diambil juga maka uap dalam proses pemanasan harus
langsung ditampung agar alkohol yang dihasilkan tidak menguap.
· Selanjutnya setelah proses pendidihan selesai, maka cuka air
kelapa yang masih dalam keadaan panas, langsung dimasukan ke botol yang
telah disiapkan dan langsung ditutup.
· Jika ingin mengetahui kadar cuka dan alkohol yang sudah
dihasilkan dengan cara diatas, maka dapat dilakukan dengan menggunakan
uji lakmus atau diukur dengan pH meter.
8. Tuliskan 5 hal yang membedakan produksi asam asetat secara aerob dan anaerob:
· Secara Aerob :
1. Bakteri Acetobacter
2. Temperatur < 37̊ C
3. Membutuhkan Oksigen
4. pH Netral
5. Biaya Produksi Lebih Hemat
· Secara Anaerob:
1. Bakteri Clostridium
2. Temperatur > 37̊ C
3. Tidak Membutuhkan Oksigen
4. pH < 7
5. Biaya Produksi lebih mahal.